Polisi Myanmar yang membelot demi demokrasi meski terancam eksekusi mati - BBC News Indonesia

Polisi Myanmar yang membelot demi demokrasi meski terancam eksekusi mati - BBC News Indonesia




Di tengah situasi Myanmar yang makin memanas dan mengarah ke 'perang sipil', sekelompok polisi mengalami dilema. Mereka harus memilih apakah tetap setia kepada junta militer, atau membelot untuk berjuang bersama masyarakat sipil. Sejak kudeta militer pada 1 Februari, polisi selalu menjadi pasukan yang ditempatkan paling depan untuk membubarkan segala bentuk gerakan masyarakat sipil penentang militer. Saat ini ada lebih dari 70 polisi yang memutuskan untuk membelot, dengan konsekuensi yang cukup berat. Tujuan mereka adalah menumbangkan junta militer. Menurut mereka, selama polisi berada di bawah kekuasaan junta, polisi akan menjadi musuh masyarakat. “Saya ingin polisi dicintai masyarakat. Untuk mencapai hal itu, saya siap melepas seragam ini jika diperlukan, saya siap berjuang bersama masyarakat,” kata Thient, salah satu polisi yang berpindah haluan. “Kami ditempatkan menjadi penengah masyarakat dan militer. Militer menggunakan kami sebagai pion,” kata John, satu dari 40 polisi pertama yang pro rakyat. “Kami harus terus berpindah tempat untuk bertahan hidup,” kata John. Saat ini sekitar 70 polisi sudah bergabung dengan gerakan rakyat dan jumlahnya terus bertambah. Mereka makan apa yang bisa mereka temukan, dan bantuan dari warga. “Saya rindu dengan ibu, saya sangat sayang ibu, tapi saya melakukan apa yang perlu saya lakukan saat ini,” kata Elisabeth, seorang polisi perempuan. Mereka hidup dalam pelarian dengan berpindah-pindah tempat agar terhindar dari penangkapan. Ancamannya adalah hukuman penjara yang sangat lama atau eksekusi mati. BBC mendapat akses khusus untuk masuk ke markas persembunyian rahasia dan merekam kondisi terbaru mereka setelah hampir 5 bulan dalam pelarian. ============ Berlangganan channel ini di: https://bit.ly/2Mkg9hY Instagram: https://ift.tt/2nV3kkF Twitter: https://twitter.com/BBCIndonesia Facebook: https://ift.tt/2MWR7XX #bbcindonesia

Post a Comment

Copyright © VodLan Indonesia . Designed by OddThemes and Seotray