Tambang emas Pulau Sangihe mengancam hutan dan burung endemik yang hampir punah - BBC News Indonesia

Tambang emas Pulau Sangihe mengancam hutan dan burung endemik yang hampir punah - BBC News Indonesia




Di pulau kecil dan terluar utara Indonesia, Pulau Sangihe, pemeritah memberikan izin tambang emas seluas lebih dari setengah pulau. Tambang emas berpotensi "menghancurkan" hutan resapan air utama pulau, dan tempat tinggal terakhir burung seriwang sangihe yang sangat langka. Sangihe adalah pulau di Provinsi Sulawesi Utara yang berbatasan dengan Filipina. Wartawan BBC Indonesia Raja Eben dan Anindita Pradane melakukan perjalanan ke dari Jakarta ke Sangihe, menempuh empat jam penerbangan dan 10 jam pelayaran. Perjalanan dilanjutkan dengan dua jam pendakian ke Gunung Sahendaruman, habitat burung seriwang sangihe yang disebut manu' niu oleh warga setempat. Burung endemik ini sempat dianggap "punah" selama seratus tahun, sampai sekitar 20 tahun lalu, ketika mereka terlihat kembali. "Pulau Sangihe hanya berukuran 736 kilometer persegi sehingga seharusnya dalam UU itu tidak layak ditambang," kata Juru bicara gerakan Save Sangihe Island, Samsared Barahama. Dia mengatakan bahwa UU Nomor 1 Tahun 2014 menegaskan pulau-pulau dengan luas daratan kurang dari 2.000 kilometer persegi masuk dalam kategori pulau kecil yang dilarang ditambang. “Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan kami nanti," kata Bu Niu, salah seorang warga yang menolak tambang. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Ridwan Djamaluddin menduga ada pertambangan emas tanpa izin yang terganggu saat pemerintah berupaya memformalkan tambang. Menurutnya, lebih baik pemerintah mengatur secara formal daripada hanya ada tambang liar. Bagaimana rencana pertambangan emas ini berdampak pada kondisi masyarakat dan lingkungan hidup di Pulau Sangihe? Saksikan videonya. ============ Berlangganan channel ini di: https://bit.ly/2Mkg9hY Instagram: https://ift.tt/2nV3kkF Twitter: https://twitter.com/BBCIndonesia Facebook: https://ift.tt/2MWR7XX #bbcindonesia

Post a Comment

Copyright © VodLan Indonesia . Designed by OddThemes and Seotray