Peringatan unjuk rasa Tiananmen 1989: 'Saya siap jika harus ditangkap' - BBC News Indonesia

Peringatan unjuk rasa Tiananmen 1989: 'Saya siap jika harus ditangkap' - BBC News Indonesia




Setiap tanggal 4 Juni, selama lebih dari 30 tahun, puluhan ribu warga Hong Kong berkumpul dan menyalakan lilin untuk memperingati para korban tewas saat unjuk rasa Tiananmen pada 1989. Peristiwa yang dikenal dengan nama 'insiden 4 Juni' tersebut sangat sensitif di China. Tahun ini adalah peringatan Tiananmen pertama sejak disahkannya Undang-Undang Keamanan Nasional di Hong Kong. Hong Kong adalah salah satu dari sedikit tempat di mana peringatan tersebut diizinkan digelar secara publik. Namun kini, tradisi peringatan tersebut terancam dihilangkan. Ini adalah tahun kedua pelaksanaann peringatan tersebut dilarang. Pemerintah menyebut Covid-19 sebagai alasan pelarangan, namun aktivis khawatir ada alasan lain, terutama berkaitan dengan disahkannya Undang-Undang Keamanan Nasional pada 2020 lalu. Tonyee Chow, perwakilan Hong Kong Alliance, yang menyelenggarakan acara tersebut mengatakan ada banyak rekan sesama aktivis yang ditangkap. "Jika Anda memperjuangkan demokrasi di bawah rezim otoriter, ditangkap adalah risiko," ujarnya. "Saya rela membayar harga untuk demokrasi yang saya perjuangkan." Setelah pembuatan video ini, Tonyee Chow ditangkap oleh kepolisian Hong Kong pada Jumat (04/06) pagi. ============ Berlangganan channel ini di: https://bit.ly/2Mkg9hY Instagram: https://ift.tt/2nV3kkF Twitter: https://twitter.com/BBCIndonesia Facebook: https://ift.tt/2MWR7XX #bbcindonesia

Post a Comment

Copyright © VodLan Indonesia . Designed by OddThemes and Seotray