Kontroversi tambang emas di Pulau Sangihe: "Kami tidak akan pergi" - BBC News Indonesia

Kontroversi tambang emas di Pulau Sangihe: "Kami tidak akan pergi" - BBC News Indonesia




Pemimpin tertinggi Baru Gold Corporation, pemilik saham terbesar PT Tambang Mas Sangihe (TMS), Terry Filbert menjawab tudingan yang menyebut perusahannya berpotensi menyebabkan burung endemik punah, merusak lingkungan dan kehidupan masyarakat, serta merespons kematian Wakil Bupati Sangihe, Helmud Hontong, yang disebut janggal. Ia pun menyebut adanya peran aktor politik dan para penambang ilegal yang membiayai massa untuk mengusir perusahannya dari pulau kecil dan terluar utara Indonesia yang berbatasan dengan Filipina itu. "Di gunung [Sahendaruman] ini tidak ada emas sehingga tidak ada gunanya pergi ke sana. Jadi, tidak akan ada burung yang terdampak." "Mengapa saya mau menyakiti seseorang - atau siapa pun - yang tidak memiliki pengaruh apa pun di pikiran saya." "Kami mengetahui sekelompok penambang ilegal telah membayar banyak untuk menjadikan ini sebagai masalah nasional. Untuk mengeluarkan kami dari tambang sehingga mereka dapat melakukannya." Itu adalah beberapa kutipan wawancara dengan CEO dan Presiden Baru Gold Corporation Terry Filbert dalam wawancara dengan wartawan BBC Raja Eben Lumbanrau, Rebbeca Henschke, dan Astudestra Ajengrastri, via aplikasi Zoom, Sabtu (19/06) lalu. Video Editor: Anindita Pradana ============ Berlangganan channel ini di: https://bit.ly/2Mkg9hY Instagram: https://ift.tt/2nV3kkF Twitter: https://twitter.com/BBCIndonesia Facebook: https://ift.tt/2MWR7XX #bbcindonesia

Post a Comment

Copyright © VodLan Indonesia . Designed by OddThemes and Seotray