Perang dagang AS dan China: Bukan mitra maupun musuh, melainkan kompetitor - BBC News Indonesia

Perang dagang AS dan China: Bukan mitra maupun musuh, melainkan kompetitor - BBC News Indonesia




Pemerintahan Presiden Joe Biden dianggap mampu menetralkan hubungan Amerika Serikat dan China, setelah memanas di bawah pemerintahan mantan presiden Donald Trump. Joe Biden telah mengenal Presiden China, Xi Jinping sejak keduanya menjabat sebagai wakil presiden di negara masing-masing. Namun, tak lantas kebijakan luar negeri AS berubah begitu saja. Presiden Biden menegaskan bahwa landasan utama kebijakan luar negeri AS adalah hak asasi manusia, yang kemudian memberi sedikit harapan bagi para aktivis pro-demokrasi asal Hong Kong. Tahun lalu, China menerapkan undang-undang keamanan yang baru di Hong Kong, protes kemudian menyeruak seantero Hong Kong disusul penangkapan sejumlah aktivis, tak sedikit dari mereka yang melarikan diri hingga ke luar negeri dan tidak mau kembali sampai dirasa aman. Aktivis itu menyebut, salah satu faktor yang melandasi perang dagang antara AS dan China adalah memanasnya situasi di Hong Kong tahun lalu. Namun, kebijakan Trump kala itu yang menutup pintu perdagangan dengan China, justru membuat para petani di AS kesulitan,sebagian petani kini gulun tikar karena telah menjual lahan milik mereka. Merespon semua itu, Presdien Biden menegaskan bahwa AS tidak bermitra maupun sebagai musuh dengan China, melainkan sebagai kompetitor. ============ Berlangganan channel ini di: https://bit.ly/2Mkg9hY Instagram: https://ift.tt/2nV3kkF Twitter: https://twitter.com/BBCIndonesia Facebook: https://ift.tt/2MWR7XX #bbcindonesia

Post a Comment

Copyright © VodLan Indonesia . Designed by OddThemes and Seotray