'Surga kecil yang dirusak manusia’: Hutan Perempuan di Papua - BBC News Indonesia

'Surga kecil yang dirusak manusia’: Hutan Perempuan di Papua - BBC News Indonesia




Ada tradisi yang agung dari hutan bakau di Teluk Youtefa. Di sana tempat para perempuan berkumpul dan berbincang dengan bebas, juga tempat menggantungkan hidup. Turun-temurun, para perempuan menjaganya, hingga disematkan nama kepadanya, Hutan Perempuan. Namun, Hutan Perempuan menghadapi beragam ancaman. Mulai dari menyusutnya kawasan hutan akibat pembangungan infrastruktur, hingga sampah yang mencemari biota perikanan dan 'meracuni' warga Kampung Enggros. "Laut kami yang dulu indah, jernih bersih. Tapi laut sekarang, aduh kasihan, kotor karena adanya sampah," kata Mama Ani, warga Kampung Enggros. "Kadang-kadang Mama ingat, laut dulu dengan sekarang, Mama sedih. Sering Mama mau bilang... laut kami yang dulu ada di mana? Ini bukan laut kami yang dulu." Sejak 1967, Teluk Youtefa kehilangan lebih dari 50% kawasan hutan mangrove, dengan tingkat kerusakan tergolong tinggi. Menyusutnya kawasan mangrove, berdampak pada penurunan jumlah biota perikanan. Dosen Ilmu Kelautan dan Perikanan dari Universitas Cendrawasih, John Dominggus Kalor, menyebut status pencemaran di Teluk Youtefa "sudah lampu merah". Ia menganggap salah satu penyebab dari menyusutnya kawasan hutan bakau adalah pembangunan infrastruktur dan pengembangan Teluk Youtefa sebagai destinasi wisata. Reporter/Produser: Ayomi Amindoni Editor video: Anindita Pradana Videografer: Alfonso Dimara, Yulika Anastasia ============ Berlangganan channel ini di: https://bit.ly/2Mkg9hY Instagram: https://ift.tt/2nV3kkF Twitter: https://twitter.com/BBCIndonesia Facebook: https://ift.tt/2MWR7XX #bbcindonesia

Post a comment

Copyright © VodLan Indonesia . Designed by OddThemes and Seotray