Guru berusia 9 tahun di garis depan perang Yaman - BBC News Indonesia

Guru berusia 9 tahun di garis depan perang Yaman - BBC News Indonesia




Ratusan anak berkumpul di dalam sebuah bangunan sekolah yang hancur, di garis depan peperangan di Yaman. Tanpa peduli puing-puing yang berserakan, mereka bersemangat belajar. Melafalkan Alquran serta ilmu pengetahuan alam. Guru-guru di sekolah itu mengajar dengan sukarela, tanpa bayaran, akibat perang yang terus berkecamuk. Jika salah satu guru berhalangan hadir, Ahmed maju sebagai guru pengganti. Usianya baru sembilan tahun dan dia terlahir buta. "Saya mengajarkan semua hal yang sudah saya pelajari sebelumnya," kata Ahmed. Harapan Ahmed, sekolahnya yang hancur bisa dibangun kembali. "Kami ingin punya tembok dan pintu untuk menghalangi angin dan panas," tambahnya. Siswa lain, Khulood, mengisahkan mereka harus menempuh bahaya saat pergi maupun pulang sekolah. "Tapi kami tetap pergi untuk belajar. Kami ingin menjadi dokter dan lainnya, jika Allah mengizinkan." kata anak perempuan itu. ============ Berlangganan channel ini di: https://bit.ly/2Mkg9hY Instagram: https://ift.tt/2nV3kkF Twitter: https://twitter.com/BBCIndonesia Facebook: https://ift.tt/2MWR7XX #bbcindonesia

Post a comment

Copyright © VodLan Indonesia . Designed by OddThemes and Seotray