Bagaimana Jika Kita Terus Berevolusi (Eksperimen)

Bagaimana Jika Kita Terus Berevolusi (Eksperimen)




Setiap spesies di Bumi perlu beradaptasi dengan dunia di sekitarnya untuk bertahan hidup. Manusia pun tidak terkecuali. Kita belum ada jutaan tahun lalu. Kerangka tertua manusia modern yang pernah ditemukan berusia sekitar 196.000 tahun. Tapi dalam periode waktu yang relatif singkat ini, spesies kita sudah banyak berevolusi. Bahkan, manusia tidak pernah berhenti berevolusi! Setidaknya, begitulah pemikiran sejumlah ilmuwan. Dan beberapa ciri berikut ini agak membuktikannya. Sebagai contoh, sekitar 20.000 tahun lalu, hanya anak-anak yang bisa minum susu tanpa sakit perut. Tapi kemudian manusia menjinakkan hewan seperti sapi dan kambing. Bahkan, kemampuan ini sebenarnya dikembangkan secara mandiri di antara berbagai kelompok orang di seluruh dunia. Jadi, bagaimana jika tubuh kita masih terus berevolusi? Apa yang akan mengubah nasib umat manusia di masa depan? Tapi perubahan apa yang menunggu umat manusia di masa depan? Tentu saja belum ada yang tahu pasti, tapi para ahli punya sejumlah teori menarik. #sisiterang URUTAN WAKTU: Kenapa manusia berevolusi untuk bisa minum susu 0:34 Kenapa rahang kita mengecil 1:02 Kenapa kita menjadi lebih tinggi 1:40 ...dan kenapa kita bisa menjadi pendek lagi 2:08 Akankah semua orang terlihat sama? 2:41 Otak kita membesar 3:39 Manusia mungkin beradaptasi dengan makanan cepat saji 4:45 Bulu akan menghilang signifikan 5:23 Sistem kekebalan kita mungkin menjadi "lebih malas" 6:23 Implan otak? 7:24 Tubuh kita mungkin beradaptasi dengan kehidupan di luar Bumi 7:44 Musik oleh Epidemic Sound https://ift.tt/1NOjjY3 Materi stok (foto, rekaman, dan lain-lain): https://ift.tt/23rGg9b https://ift.tt/1eYTOMy https://www.eastnews.ru ___________________ Berlangganan Sisi Terang https://www.youtube.com/channel/UCSg-Y9uI1E-my-I4WKKioEQ FB https://ift.tt/2VV67sE https://sisi-terang.com

Post a comment

Copyright © VodLan Indonesia . Designed by OddThemes and Seotray