Pengungsi Syiah Sampang: Di antara pilihan iman dan harapan pulang - BBC News Indonesia

Pengungsi Syiah Sampang: Di antara pilihan iman dan harapan pulang - BBC News Indonesia




Delapan tahun yang lalu, ratusan pemeluk Syiah di Sampang, Madura, diusir dari kampung halaman mereka di Desa Karang Gayam. Bentrokan dengan warga desa yang mayoritas Suni membumihanguskan rumah dan pesantren pimpinan Tajul Muluk pada Agustus 2012. Saat itu, puluhan orang terluka dan satu tewas. Tajul Muluk atau Ali Murtadho kemudian menghabiskan empat tahun di penjara setelah divonis terbukti melakukan penistaan agama. Kini, Tajul dan sekitar 300 pengikut Syiah mengaku siap kembali ke Suni. Baiat akan dilakukan dalam waktu dekat di Sampang, Madura. Salah satu harapan mereka setelah baiat, pulang ke rumah. "Kami terusir karena keluar dari Suni. Ketika kami kembali ke Suni, maka tidak ada alasan bagi kami tidak bisa pulang ke Madura,” ujar Tajul kepada BBC News Indonesia. Tapi di kampung halaman, warga mengaku masih resah setiap kali mendengar nama Tajul atau pengikutnya. Akankah mimpi pulang ke kampung halaman para pengungsi Syiah dari Sampang terwujud? Video produksi: Raja Eben Lumbanrau dan Anindita Pradana. ============ Berlangganan channel ini di: https://bit.ly/2Mkg9hY Instagram: https://ift.tt/2nV3kkF Twitter: https://twitter.com/BBCIndonesia Facebook: https://ift.tt/2MWR7XX #bbcindonesia

Post a comment

Copyright © VodLan Indonesia . Designed by OddThemes and Seotray