Dia Melihat 2 Pelaut Terjebak Badai Salju Lantas Menyelamatkan Mereka Hingga Nyaris Membeku

Dia Melihat 2 Pelaut Terjebak Badai Salju Lantas Menyelamatkan Mereka Hingga Nyaris Membeku




Pagi musim dingin yang menusuk pada 28 Januari 1885. Angin kencang, badai salju, dan suhu dingin membuat siapa pun enggan berkeliaran di Cape Elizabeth, Maine. Kepala penjaga mercusuar, Marcus Hanna, membalut diri dengan selimut dalam keamanan mercusuar yang dikenal sebagai Two Lights. Karena sakit flu parah, dia tidur setelah kerja malam yang berat. Pria itu tidak menyadari tragedi yang terjadi tidak jauh dari rumahnya. Kapal sekunar Australia berangkat dari Boothbay, Maine, pada pukul 5 sore tanggal 27 Januari. Kapal itu menuju Boston, dan ada tiga orang di dalamnya: kapten dan dua awak kapal. Awalnya, perjalanan itu lancar. Tapi tidak lama setelah sekunar meninggalkan pelabuhan, cuaca mulai memburuk. Menjelang tengah malam, badai hebat menghantam Maine bagian selatan. Dalam waktu singkat, suhu turun di bawah nol. Untuk menghindari hal terburuk, kapten memutuskan mencari perlindungan di Pelabuhan Portland. Tapi keberuntungan tidak berpihak pada pelaut malam itu... #sisiterang Berlangganan Sisi Terang https://www.youtube.com/channel/UCSg-Y9uI1E-my-I4WKKioEQ Musik oleh Epidemic Sound https://ift.tt/1NOjjY3 Materi stok (foto, rekaman, dan lain-lain): https://ift.tt/23rGg9b https://ift.tt/1eYTOMy https://www.eastnews.ru

Post a comment

Copyright © VodLan Indonesia . Designed by OddThemes and Seotray