'Demo anarkis' dan 'brutalitas polisi' dalam aksi tolak Omnibus Law - BBC News Indonesia

'Demo anarkis' dan 'brutalitas polisi' dalam aksi tolak Omnibus Law - BBC News Indonesia




Pemerintah menuding demo menolak Undang-Undang Cipta Kerja di berbagai kota pada Selasa-Kamis (06-18/10) lalu 'ditunggangi' serta sarat dengan aksi 'anarkis'. Akibatnya, ribuan orang ditangkap, meski sebagian besar kini sudah dibebaskan. Namun di lapangan, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengungkap adanya kekerasan yang dilakukan polisi kepada pendemo. "Kalau sudah ditangkap, mengapa harus dipukuli," kata Asfinawati, Direktur YLBHI. “Sedang orasi, tidak melakukan apapun, tiba-tiba disemprot gas air mata,” ia menambahkan. Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyebut demonstrasi terjadi karena “dilatarbelakangi oleh disinformasi mengenai substansi dari undang-undang [Cipta Kerja] dan hoaks di media sosial”. Koreksi: Undang-Undang Cipta Kerja disahkan DPR pada 5 Oktober 2020 sore. Video produksi: Dwiki Marta dan Silvano Hajid Kontributor: Nanda Fachriza Batubara (Medan), Yuli Saputra, Dicky Nawazaki (Bandung) =========== Berlangganan channel ini di: https://bit.ly/2Mkg9hY Instagram: https://ift.tt/2nV3kkF Twitter: https://twitter.com/BBCIndonesia Facebook: https://ift.tt/2MWR7XX #bbcindonesia #UUCiptaKerja #UUCiptaker #OmnibusLaw #demonstrasi #buruh

Post a comment

Copyright © VodLan Indonesia . Designed by OddThemes and Seotray