Apa yang Terjadi Jika Bendungan Terbesar di Dunia Runtuh

Apa yang Terjadi Jika Bendungan Terbesar di Dunia Runtuh




Dinding air terjun ke daratan dan mengalir dengan cepat dan kuat, mengikis tanah dan menghancurkan semua bangunan yang berhadapan dengannya, tanpa meninggalkan apa pun. Itu bisa saja gambaran tsunami, tapi itu bencana buatan manusia: keruntuhan bendungan. Keruntuhan bendungan yang paling awal diketahui terjadi hampir 1.500 tahun yang lalu di Semenanjung Arab, di kerajaan kuno Saba. Saat ini, bendungan baru berdiri menggantikan bendungan bersejarah itu, dibangun pada tahun 1980 dan berfungsi dengan baik. Namun, bendungan juga bisa alami, dan ketika bendungan alami jebol, keadaannya akan mengerikan juga. Di Swedia, pernah ada danau lelehan air yang terbentuk karena puing glasial yang menghalangi jalannya sungai. Pada tahun 1794, penduduk setempat mendapat izin untuk menggali kanal memutar guna mengubah arah sungai dan mengangkut gelondong dengan aman. Pekerjaan itu selesai meski ada banyak masalah, dan air mulai mengalir... Jadi, apa yang terjadi saat bendungan runtuh? Dan apa keruntuhan bendungan terparah sepanjang waktu? #sisiterang URUTAN WAKTU: Runtuhnya Bendungan Marib 0:19 Keruntuhan bendungan di Swedia 1:31 Bencana Bendungan Oroville 3:13 Jebolnya waduk Taum Sauk 5:22 Bendungan di Sungai Otter Tail 7:27 Kredit foto preview: Foto diambil 18 Juli 2020 menunjukkan Bendungan Tiga Ngarai membuka pintu air untuk mengalirkan air bah di Sungai Yangtze di Provinsi Hubei, Tiongkok: Oleh Zheng Jiayu/Xinhua News/East News, https://ift.tt/3crLfkj Animasi oleh Sisi Terang. CC BY 2.0 https://ift.tt/2U9WQfo Reruntuhan PLTA Fergus Falls, kini disebut Bendungan Runtuh, yang runtuh pada tahun 1909: Oleh Bruce Guenter/Flickr, https://ift.tt/2HlJObH CC BY 3.0 https://ift.tt/3dsgGLq Waduk pengganti yang selesai, dilihat dari kikisan yang dibuat oleh runtuhan waduk awal: Oleh Kbh3rd, https://ift.tt/2ZY9gL2 Pandangan saluran pelimpah darurat (kiri) di samping saluran pelimpah utama (kanan jauh) (2008): Oleh Martin Alfaro, https://ift.tt/2EojGvF CC BY-SA 3.0 https://ift.tt/39bhwKq Reruntuhan Ma'Rib kuno di Yaman: Oleh Bernard Gagnon, https://ift.tt/3mKwvly Bendungan Marib, Yaman: Oleh Bernard Gagnon, https://ift.tt/2EqmWXB Reruntuhan Bendungan Besar Ma'rib: Oleh H. Grobe, https://ift.tt/3kJQBdR Air Terjun Mati di Ragunda, Swedia: Oleh Joel Torsson (Leojth), https://ift.tt/2RNHbS7 Oleh KTrimble: https://ift.tt/3kxZLdg (Das neue Oberbecken der Stauanlage im Bau, November 2009), https://ift.tt/2FRHcC5 (Foto udara menunjukkan perkembangan rekonstruksi di akhir November 2009) Kraftwerk: Oleh Kbh3rd, https://ift.tt/3kFHwm3 CC BY-SA 4.0 https://ift.tt/2ZubTCF Gambaran seniman untuk Bendungan Besar Ma'rib: Oleh University_of_Calgery, https://ift.tt/2RRiRyA Bendungan Oroville, California, 30 Januari 2017: Oleh Erthygy, https://ift.tt/3kGgUS5 Animasi oleh Sisi Terang. Berlangganan Sisi Terang https://www.youtube.com/channel/UCSg-Y9uI1E-my-I4WKKioEQ Musik oleh Epidemic Sound https://ift.tt/1NOjjY3 Materi stok (foto, rekaman, dan lain-lain): https://ift.tt/23rGg9b https://ift.tt/1eYTOMy https://www.eastnews.ru

Post a comment

Copyright © VodLan Indonesia . Designed by OddThemes and Seotray