Kisah pekerja seks bertahan hidup di tengah pandemi - BBC News Indonesia

Kisah pekerja seks bertahan hidup di tengah pandemi - BBC News Indonesia




Dari tiga kota di Taiwan, Argentina dan India yang melegalkan pekerjaan seks komersil, tiga PSK bertahan hidup di tengah pandemi dan karantina wilayah. Di Taiwan, pada April lalu, semua pusat hiburan malam ditutup karena terdapat satu kasus positif Covid-19 di Taipei. Seorang pemandu lagu dari Kota Taichung, terkena imbasnya. Tidak ada lagi pekerjaan baginya untuk menyambung hidup. Meski sudah memutar otak untuk membiayai dia dan anak satu-satunya selama pandemi, penghasilan yang ia dapatkan dari berjualan puding, belum bisa menutupi pengeluaran sehari-harinya. Seorang gigolo di Cordoba, Argentina, menjadikan momen karantina wilayah sebagai ajang instrospeksi diri. Dari gigolo paling laris, kini dia lebih banyak menghabiskan waktu membaca buku dan berniat kembali melanjutkan sekolahnya usai pandemi. Tempat lain, di Jalan GB, sebuah pusat prostitusi di Delhi Nampak sepi. Tidak ada hiruk-pikuk manusia sepanjang jalan. Lata, ibu tiga anak hampir tak memegang uang sebulan ini, lantaran penghasilannya tidak ada. “Kami tidak memegang uang sama sekali, bagaimana kami bisa hidup tanpa pekerjaan?” Tambah Lata, yang kini menyambung hidupnya dengan bantuan dari berbagai LSM. Berlangganan channel ini di: https://bit.ly/2Mkg9hY Instagram: https://ift.tt/2nV3kkF Twitter: https://twitter.com/BBCIndonesia Facebook: https://ift.tt/2MWR7XX #bbcindonesia

Post a comment

Copyright © VodLan Indonesia . Designed by OddThemes and Seotray