George Floyd: Kerusuhan anti rasialisme di Amerika Serikat - BBC News Indonesia

George Floyd: Kerusuhan anti rasialisme di Amerika Serikat - BBC News Indonesia




Aksi unjuk rasa atas meninggalnya George Floyd di tangan polisi, semakin meluas. Ribuan demonstran berunjuk rasa di lebih dari 30 kota di Amerika Serikat. Mereka memprotes rasialisme dan kekerasan oleh aparat penegak hukum terhadap warga berkulit hitam di Amerika Serikat. Para pengunjuk rasa berulang-ulang meneriakkan kalimat terakhir George Floyd yang terekam di video. “Saya tidak bisa bernapas.” Beberapa unjuk rasa berakhir dengan kerusuhan dan penjarahan. “Sebagai warga Amerika berkulit hitam saya merasa sangat berduka, saya merasa ketakutan,” kata Kyla Berges, salah satu pengunjuk rasa. “Ini bisa saja terjadi pada saya,” kata Dulche, pengunjuk rasa lainnya. “Saya merasa sistem yang sudah berjalan lebih dari 300 tahun ini tidak berlaku bagi kami. Apa yang harus saya lakukan untuk membuat perubahan?” Floyd, 46 tahun, terbunuh di tangan polisi di Minneapolis pada Senin 25 Mei 2020. Mantan anggota polisi Derek Chauvin, pria kulit putih berusia 44 tahun, didakwa sebagai pelaku pembunuhan. ============ Berlangganan channel ini di: https://bit.ly/2Mkg9hY Instagram: https://ift.tt/2nV3kkF Twitter: https://twitter.com/BBCIndonesia Facebook: https://ift.tt/2MWR7XX

Post a comment

Copyright © VodLan Indonesia . Designed by OddThemes and Seotray